Senin, 18 November 2013

Gaplek gunungkidul

Gunungkidulonline.com- Memasuki musim panen singkong atau yang sering disebut dengan gaplek di gunungkidul tak membuat para petani bergairah. Pasalnya harga jual Gaplek di pasaran sangat rendah.
Salah satu Pengepul palawija dari Wonosari, Sukamto mengatakan, Harga beli dari pabrik yang relatif rendah menyebabkan dirinya tak berani membeli dengan harga mahal dari petani.
“Harga di pabrik saja kisaran Rp1.400 sampai Rp 1.500,- . jadi kita hanya berani membeli dengan harga Rp 1.200,- ke petani. Apalagi dari petani gaplek belum kering,” katanya saat ditemui Gunungkidulonline.
Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga pada musim panen sebelumnya yang harga beli dari petani mencapai Rp1.700 dan harga di pabrik mencapai Rp2.000.
Sukamto menambahkan, Penurunan harga gaplek tersebut dikarenakan petani mengalami panen secara bersamaan sehingga membanjiri pasaran.
Sementara seorang petani Ketela Asal Nglipar, Sarbowo mengatakan, Meski harga turun dirinya tetap memanen singkongnya. Hal ini karena kondisi tanah yang semakin kering akibat kemarau akan semakin keras, sehingga singkong susah dicabut.
“Meski harga jatuh tetap kita panen, karena semakin kering tanah semakin susah dicabut,” katany
- See more at: http://m.gunungkidulonline.com/panen-gaplek-melimpah-tapi-harga-jual-tak-bergairah/#sthash.n7JV6hHl.dpuf
Gunungkidulonline.com- Memasuki musim panen singkong atau yang sering disebut dengan gaplek di gunungkidul tak membuat para petani bergairah. Pasalnya harga jual Gaplek di pasaran sangat rendah.
Salah satu Pengepul palawija dari Wonosari, Sukamto mengatakan, Harga beli dari pabrik yang relatif rendah menyebabkan dirinya tak berani membeli dengan harga mahal dari petani.
“Harga di pabrik saja kisaran Rp1.400 sampai Rp 1.500,- . jadi kita hanya berani membeli dengan harga Rp 1.200,- ke petani. Apalagi dari petani gaplek belum kering,” katanya saat ditemui Gunungkidulonline.
Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga pada musim panen sebelumnya yang harga beli dari petani mencapai Rp1.700 dan harga di pabrik mencapai Rp2.000.
Sukamto menambahkan, Penurunan harga gaplek tersebut dikarenakan petani mengalami panen secara bersamaan sehingga membanjiri pasaran.
Sementara seorang petani Ketela Asal Nglipar, Sarbowo mengatakan, Meski harga turun dirinya tetap memanen singkongnya. Hal ini karena kondisi tanah yang semakin kering akibat kemarau akan semakin keras, sehingga singkong susah dicabut.
“Meski harga jatuh tetap kita panen, karena semakin kering tanah semakin susah dicabut,” katanya.
- See more at: http://m.gunungkidulonline.com/panen-gaplek-melimpah-tapi-harga-jual-tak-bergairah/#sthash.n7JV6hHl.dpuf
Gunungkidulonline.com- Memasuki musim panen singkong atau yang sering disebut dengan gaplek di gunungkidul tak membuat para petani bergairah. Pasalnya harga jual Gaplek di pasaran sangat rendah.
Salah satu Pengepul palawija dari Wonosari, Sukamto mengatakan, Harga beli dari pabrik yang relatif rendah menyebabkan dirinya tak berani membeli dengan harga mahal dari petani.
“Harga di pabrik saja kisaran Rp1.400 sampai Rp 1.500,- . jadi kita hanya berani membeli dengan harga Rp 1.200,- ke petani. Apalagi dari petani gaplek belum kering,” katanya saat ditemui Gunungkidulonline.
Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga pada musim panen sebelumnya yang harga beli dari petani mencapai Rp1.700 dan harga di pabrik mencapai Rp2.000.
Sukamto menambahkan, Penurunan harga gaplek tersebut dikarenakan petani mengalami panen secara bersamaan sehingga membanjiri pasaran.
Sementara seorang petani Ketela Asal Nglipar, Sarbowo mengatakan, Meski harga turun dirinya tetap memanen singkongnya. Hal ini karena kondisi tanah yang semakin kering akibat kemarau akan semakin keras, sehingga singkong susah dicabut.
“Meski harga jatuh tetap kita panen, karena semakin kering tanah semakin susah dicabut,” katanya.
- See more at: http://m.gunungkidulonline.com/panen-gaplek-melimpah-tapi-harga-jual-tak-bergairah/#sthash.n7JV6hHl.dpuf
Gunungkidulonline.com- Memasuki musim panen singkong atau yang sering disebut dengan gaplek di gunungkidul tak membuat para petani bergairah. Pasalnya harga jual Gaplek di pasaran sangat rendah.
Salah satu Pengepul palawija dari Wonosari, Sukamto mengatakan, Harga beli dari pabrik yang relatif rendah menyebabkan dirinya tak berani membeli dengan harga mahal dari petani.
“Harga di pabrik saja kisaran Rp1.400 sampai Rp 1.500,- . jadi kita hanya berani membeli dengan harga Rp 1.200,- ke petani. Apalagi dari petani gaplek belum kering,” katanya saat ditemui Gunungkidulonline.
Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga pada musim panen sebelumnya yang harga beli dari petani mencapai Rp1.700 dan harga di pabrik mencapai Rp2.000.
Sukamto menambahkan, Penurunan harga gaplek tersebut dikarenakan petani mengalami panen secara bersamaan sehingga membanjiri pasaran.
Sementara seorang petani Ketela Asal Nglipar, Sarbowo mengatakan, Meski harga turun dirinya tetap memanen singkongnya. Hal ini karena kondisi tanah yang semakin kering akibat kemarau akan semakin keras, sehingga singkong susah dicabut.
“Meski harga jatuh tetap kita panen, karena semakin kering tanah semakin susah dicabut,” katanya.
- See more at: http://m.gunungkidulonline.com/panen-gaplek-melimpah-tapi-harga-jual-tak-bergairah/#sthash.n7JV6hHl.dpuf
Gunungkidulonline.com- Memasuki musim panen singkong atau yang sering disebut dengan gaplek di gunungkidul tak membuat para petani bergairah. Pasalnya harga jual Gaplek di pasaran sangat rendah.
Salah satu Pengepul palawija dari Wonosari, Sukamto mengatakan, Harga beli dari pabrik yang relatif rendah menyebabkan dirinya tak berani membeli dengan harga mahal dari petani.
“Harga di pabrik saja kisaran Rp1.400 sampai Rp 1.500,- . jadi kita hanya berani membeli dengan harga Rp 1.200,- ke petani. Apalagi dari petani gaplek belum kering,” katanya saat ditemui Gunungkidulonline.
Harga ini relatif lebih rendah dibandingkan dengan harga pada musim panen sebelumnya yang harga beli dari petani mencapai Rp1.700 dan harga di pabrik mencapai Rp2.000.
Sukamto menambahkan, Penurunan harga gaplek tersebut dikarenakan petani mengalami panen secara bersamaan sehingga membanjiri pasaran.
Sementara seorang petani Ketela Asal Nglipar, Sarbowo mengatakan, Meski harga turun dirinya tetap memanen singkongnya. Hal ini karena kondisi tanah yang semakin kering akibat kemarau akan semakin keras, sehingga singkong susah dicabut.
“Meski harga jatuh tetap kita panen, karena semakin kering tanah semakin susah dicabut,” katanya.
- See more at: http://m.gunungkidulonline.com/panen-gaplek-melimpah-tapi-harga-jual-tak-bergairah/#sthash.n7JV6hHl.dpuf

Related Posts by Categories



Widget by Scrapur

Tidak ada komentar:

Posting Komentar